• 0511-3268105
  • info@stikessarimulia.ac.id

Author Archive

Percepatan Akreditasi Optimal PTS Kopertis Wilayah XI Kalimantan

Pada sambutannya Prof. Dr. Ir. H. Idiannor Mahyudin, M.Si selaku Koordinator Kopertis menyampaikan bahwa kalau tidak sambil melompat kita akan tertinggal, kita perlu berlari sambil melompat. Karena orangpun berlari. Maka berlari sambil melompat merupakan suatu inovasi mengejar ketertinggalan.

Penting untuk setiap pemangku kepentingan PTS untuk memahami era revolusi industri 4.0. Pada era ini semua kegiatan harus berbasis IT. Mengajar, meneliti, dan pengabdian masyarakat dsb harus sudah mengarah ke basis online. Kalau perlu berfikir untuk 20-50 tahun ke depan. Orangnya boleh sekarang, tapi cara berfikirnya harus 10-20 atau bahkan 50 tahun ke depan. Karena kita mendidik generasi masa depan untuk mencetak generasi yang berpengatehuan, terampil dan berkepribadian.

Diakhir sambutannya bapak koordinator Kopertis Wilayah XI yang energik ini menutup dengan pesan terkait kompetensi PTS. Bahwa jadikanlah Kompetensi yan dimiliki PTS masing-masing untuk digunakan semaksimal mungkin mendukung program kerja pemerintah khususnya di daerah masing-masing. (Sumber: http://www.akfar-isfibjm.ac.id/berlari-dan-melompat-untuk-akselerasi-akreditasi-optimal.html)

admin

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN DI RAKERWIL KOPERTIS WILAYAH XI

@Pada Acara Rakerwil Kopertis Wilayah XI Gubernur Kalimantan Selatan Bapak Sahbirin Noor memberikan sambutannya, Menurut Pak Gubernur bahwa fakta membuktikan kemajuan sebuah negara dipengaruhi kualitas SDM. Kopertis ini adalah ibarat mesin pembuat orang menjadi cerdas. Kita harap mesin ini benar-banar berkualitas, sehingga outputnyapun berkualitas. Kita harus mewariskan ilmu kepada generasi mendatang. Jika kita tidak menyiapkan kasihan mereka, kelak bisa akan dimakan jaman. Kita berharap generasi kita hari ini adalah generasi yang berkualitas.

Dibagian akhir sambutannya pak gubernur mengajar peserta untuk terus begerak. Artinya berjuang gelorakan rakyat. “Jangan Malas, Harus Rajin, Rajin berarti pangkal pandai, kalau pandai berarti berkualitas, kalau berkualitas berarti berdaya saing. Kalau berdaya saing maka akan menjadi pemenang”, demikian seruan beliau.

admin

Mahasiswa Berprestasi AKBID-STIKES Sari Mulia Berfoto bersama dengan Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan

Di sela Kegiatan RAKERWIL Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Mahasiswa Berprestasi AKBID-STIKES Sari Mulia yang bergabung dalam kegiatan tersebut berfoto bersama dengan Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimanatan. Mahasiswa AKBID-STIKES Sari Mulia juga didampingi oleh Wakil Ketua I Ibu Yayu Puji Rahayu., M.Pd.,M.Keb yang juga sekaligus mewakili STIKES Sari Mulia dalam Acara Rakerwil Kopertis XI Kalimantan

admin

BUDAYA KESELAMATAN PASIEN, CERMINAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Oleh :

Yunina Elasari, S.Kep., Ns

Mahasiswi Program Pascasarjana Ilmu Keperawatan

 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Pengelola Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Sari Mulia

Keselamatan pasien (patient safety) akhir – akhir ini menjadi hal yang sangat penting dan selalu dikampanyekan dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Sejak berlakunya UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen muncullah berbagai tuntutan kepada rumah sakit. Hal ini didukung dengan adanya beberapa tuntutan kasus pasien yang meninggal karena adanya kelalaian tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Kasus yang terjadi selain merugikan pasien dan keluarga, menjadi trauma psikologis bagi petugas kesehatan yang melakukan, juga berdampak pada menurunnya  mutu suatu pelayanan kesehatan.

Data dari National Patient Safety Agency, menyebutkan dari kurun waktu 1 Oktober 2015 – 31 Maret 2016 di London Inggris pada pelayanan kesehatan akut non spesialis terjadi kecelakaan pada pasien sebesar 18.2% yang merupakan salah satu kategori insiden keselamatan pasien tertinggi. Data insiden tersebut berbeda dengan data di Indonesia. Indonesia belum memiliki sistem pencatatan kesalahan secara nasional. Data tentang KTD dan KNC di Indonesia masih sulit ditemukan untuk dipublikasikan, padahal dampak dari KTD dapat berupa cacat ringan, sedang hingga berat bahkan sampai kematian.

Upaya yang dilakukan di Indonesia antara lain terdapat pada PERMENKES No.1691/MENKES/PE/VIII/2011 tentang KP RS  yang berisi tentang enam sasaran keselamatan pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien; peningkatan komunikasi yang efektif; peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai; kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi; pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan; dan pengurangan risiko pasien jatuh. Sasaran Keselamatan pasien ini juga menjadi salah satu standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit. Sejak tahun 2012, penilaian akreditasi didasarkan pada pelayanan yang berfokus pada pasien dan keselamatan pasien menjadi indikator standar utama penilaian akreditasi RS versi 2012.

“Aegroti Salus Lex Suprema” berarti keselamatan pasien merupakan hukum yang tertinggi. Adanya nilai, keyakinan dan persepsi dari tenaga kesehatan menghasilkan perilaku keselamatan pasien merupakan budaya keselamatan pasien bersifat statis yang berasal dari individu. Tenaga kesehatan sebagai individu terikat oleh sumpah profesi dalam memberikan pelayanan kepada pasien sehingga, jika tenaga kesehatan memaknai dengan sungguh – sungguh sumpah profesi yang sudah dilafaskannya maka ia tidak hanya akan bertanggung jawab terhadap dirinya dan profesinya, tetapi juga pada Tuhannya dalam memberikan pelayanan yang professional sehingga berkomitmen untuk menerapkan keselamatan pasien.

Selain itu budaya keselamatan pasien bersifat dinamis yaitu cara dari organisasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anggotanya sebagai upaya mewujudkan budaya keselamatan pasien. Organisasi pelayanan kesehatan harus mengembangkan budaya keselamatan pasien dengan tujuan yang jelas, prosedur yang tetap dan proses yang aman (WHO, 2009). Menurut The Institute of Medicine, tantangan terbesar untuk berubah ke arah sistem kesehatan yang lebih aman adalah merubah budaya dari yang bersifat menyalahkan individu atas suatu kesalahan, menjadi budaya yang menganggap kesalahan merupakan kesempatan untuk memperbaiki sistem dan mencegah cedera. Dengan budaya tidak menyalahkan diharapkan tenaga kesehatan akan berperan lebih aktif dalam melaporkan insiden keselamatan pasien sehingga meningkatkan kemampuan belajar dan mencegah terulangnya kejadian di kemudian hari.

Penerapan budaya keselamatan pasien merupakan cerminan mutu dan jaminan bagi penerima layanan kesehatan untuk terbebas dari risiko pada proses pemberian layanan kesehatan. Keselamatan pasien sebagai suatu sistem diharapkan memberikan asuhan kepada pasien dengan lebih aman, melakukan tindakan sesuai dengan standar, dan mencegah cedera akibat kesalahan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang harusnya dilakukan. Keselamatan pasien bukan merupakan tanggung jawab perorangan dokter atau perawat yang selalu bersentuhan langsung dengan pasien melainkan seluruh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada pasien.

admin

The direction and release of students of foreign credit transfer program

Student briefing and release by STIKES Chairman Sari Mulia, dr.H.R Soedarto WW, SPOG which took place at Sari Mulia auditorium. In this event also present structural officials in charge of cooperation. Foreign Credit Program is expected to spur students to gain useful knowledge and increase knowledge in the field of health, especially in nursing.

admin

Peringatan hari sumpah pemuda

Peringatan 89 tahun sumpah pemuda serta kuliah dan Deklarasi Kebangsaan yang dilaksanakan pada tahun ini sangat meriah sekali.

Dalam kesempatan acara ini, acara tersebut dihadiri semua elemen mahasiswa di Kalimantan Sealatan dan juga Dosen.

admin

Charter Awards to 20 Best PTS in Kopertis XI

Implementation Ceremony of Youth Pledge Day to 89 Year 2017 at the Office Kopertis Region XI At the same time submission Award Charter to 20 private universities who entered the rank of 20 Private PTS in Kalimantan. All Civitas Akademika Sari Mulia Sincerely Thank You for your trust so Sari Mulia Higher Education can reach the 13th place in Kopertis XI region Kalimantan. In this event, the handover of the charter was handed over directly by the Chairman of Kopertis Region XI, Prof. Dr. Idiannor Mahyudin To Director of AKBID Sari Mulia, Anggrita Sari, M, Pd., M.Keb

admin

Wisuda Terpadu Tahun Akademik 2017/2018

Bertempat di grand Palace International Restourant, kamis 14 September 2017, STIKES Sari Mulia Banjarmasin melaksanakan wisuda terpadu di mana dalam wisuda ini terdapat 3 program studi yang telah mengasilkan lulusan yang berkualitas.

admin

Kegiatan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa

Dalam Kegiatan latihan Kepemimpinan mahasiswa ini, mahasiswa baru di berikan arahan tentang bagaimana mengelola sebuah kegiatan ataupun juga organisasi, dimana outputnya nanti diharapkan dapat menambah skill mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.

admin

Memorandum Of Understanding

Signing Indonesia -Taiwan Healthcare education Alliance MoU

admin

Kompetisi English Debate

Setelah melalu tahapan penyisihan, didapatkanlah pemenang English Debate dalam rangka memperingatai dies natalis AKBID dan STIKES Sari Mulia

 

 

 

 

Bersama Juri,dan juara 1,2 dan 3 kompetisi english debate dies natalis AKBID dan STIKES Sari Mulia

admin

Penutupan Kegiatan PKKMB tahun Akademik 2017/2018

Dengan telah dilaksanakanya rangakaian kegiatan PKKMB dalam tahun akademik 2017/2018 ini, maka sore ini dilaksanakan penutupan PKKMB. Penutupan kegiatan ini langsung di hadiri oleh ketua stikes sari mulia banjarmasin.

admin